RQ Maskudiniyah, Jakarta – Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Di bulan inilah hati dilunakkan, dosa diampuni, dan jiwa didekatkan kepada Allah. Membaca Al-Qur’an bukan hanya tradisi Ramadhan, tetapi sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, serta generasi tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Blog ini disusun untuk anak dan remaja Muslim zaman sekarang agar memahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang membangun hubungan dengan Kalamullah.
Ramadhan: Bulan Turunnya Al-Qur’an
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Syahru Ramadhāna alladzī unzila fīhil-Qur’ān hudan linnās wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk serta pembeda (antara yang haq dan batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1 hlm. 499), Allah mengkhususkan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an karena kemuliaan wahyu pertama diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
Artinya: Jika kita ingin dekat dengan Ramadhan, kita harus dekat dengan Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ dan Tadarus Bersama Jibril
Hadis shahih menyebutkan:
كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَى النَّبِيَّ ﷺ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ
“Jibril menemui Nabi ﷺ setiap malam di bulan Ramadhan, lalu mereka saling mempelajari Al-Qur’an.”
(HR. Imam Bukhari no. 6)
Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Jilid 1 hlm. 30), hadis ini menunjukkan anjuran memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan.
💡 Untuk remaja:
Kalau Nabi saja yang sudah dijamin surga masih tadarus setiap malam, bagaimana dengan kita?
Nabi-Nabi dan Kitab Suci
Dalam riwayat disebutkan bahwa:
- Suhuf Nabi Ibrahim diturunkan pada awal Ramadhan
- Taurat Nabi Musa
- Zabur Nabi Dawud
- Injil Nabi Isa
Semua kitab besar diturunkan pada bulan Ramadhan (riwayat dalam Musnad Ahmad).
Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan wahyu sejak zaman para nabi.
Para Sahabat dan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Para sahabat sangat meneladani Rasulullah ﷺ.
Utsman bin Affan
Disebutkan dalam Siyar A’lam an-Nubala (Jilid 2 hlm. 600) bahwa beliau mengkhatamkan Al-Qur’an setiap malam di bulan Ramadhan.
Beliau memahami sabda Nabi ﷺ:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Imam Bukhari no. 5027)
Abdullah bin Mas’ud
Beliau dikenal sebagai sahabat yang suaranya sangat merdu ketika membaca Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
“Barangsiapa ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Ibnu Ummi ‘Abd (Ibnu Mas’ud).”
(HR. Ahmad, dinilai hasan)
Ibnu Mas’ud menangis ketika membaca ayat-ayat tentang hari kiamat. Ramadhan bagi mereka bukan hanya membaca, tetapi merenungi.
Semangat Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in
Generasi setelah sahabat juga luar biasa.
🌟 Imam Malik
Ketika masuk Ramadhan, beliau menghentikan majelis hadis dan fokus membaca Al-Qur’an.
🌟 Imam Syafi’i
Disebutkan dalam Siyar A’lam an-Nubala (Jilid 10 hlm. 36) bahwa beliau mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali selama Ramadhan.
Mereka menjadikan Ramadhan sebagai musim panen pahala.
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. Imam Tirmidzi no. 2910 – hasan shahih)
Bayangkan, satu huruf saja sudah berpahala. Apalagi satu juz.
Tips untuk Anak dan Remaja
Agar Ramadhan lebih bermakna:
✔ Buat target harian (misalnya 1 juz per hari)
✔ Baca setelah shalat wajib
✔ Kurangi waktu gadget
✔ Ikut tadarus bersama keluarga
✔ Pahami artinya, bukan sekadar cepat selesai
Allah berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an?”
(QS. An-Nisa: 82)
Menurut Ibnu Katsir, tadabbur berarti memahami makna dan mengambil pelajaran.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ mencontohkan tadarus setiap malam.
Para sahabat mengkhatamkan berulang kali.
Tabi’in menjadikan Ramadhan sebagai musim Al-Qur’an.
Sekarang pertanyaannya:
Bagaimana dengan kita?
Semoga Ramadhan tahun ini menjadikan kita generasi Qur’ani — bukan hanya membaca, tetapi mengamalkan.
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.”
(QS. Al-Isra: 9)
Aamiin.
Referensi Kitab
- Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1 hlm. 499; Jilid 2 hlm. 344.
- Shahih Bukhari, no. 6; 5027.
- Shahih Muslim.
- Fathul Bari, Jilid 1 hlm. 30.
- Siyar A’lam an-Nubala, Jilid 2 hlm. 600; Jilid 10 hlm. 36.
- Sunan Tirmidzi, no. 2910.

