RQ Maskudiniyah, Jakarta – Mengapa Tajwid Itu Penting? Belajar dari Perintah Al-Qur’an dan Teladan Para Nabi:
1. Perintah Langsung dari Allah
Allah Ta’ala berfirman:
وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
Wa rattilil-qur’āna tartīlā
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan dan benar).”
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Menurut para ulama tafsir seperti dalam Tafsir Ibnu Katsir, makna tartil adalah membaca dengan tenang, jelas huruf-hurufnya, memahami maknanya, serta tidak tergesa-gesa. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menjelaskan:
“Tartil adalah memperjelas huruf-hurufnya dan mengetahui tempat berhenti (waqaf).”
Inilah dasar ilmu tajwid.
2. Tajwid adalah Amanah
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Khairukum man ta‘allamal-qur’āna wa ‘allamahu
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari no. 5027 – Hadis Shahih)
Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
Para sahabat belajar Al-Qur’an langsung dari Rasulullah ﷺ dengan penuh adab. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi memperbaiki bacaan hingga benar-benar tepat.
3. Kisah Nabi Muhammad ﷺ dalam Membaca Al-Qur’an
Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha menceritakan cara Rasulullah ﷺ membaca:
“Beliau membaca dengan terpisah-pisah setiap ayatnya.”
(HR. Abu Dawud no. 4001 – Shahih)
Beliau tidak tergesa-gesa. Setiap huruf diberi haknya. Ini adalah praktik tajwid terbaik.
4. Mengapa Anak dan Remaja Harus Belajar Tajwid?
Di zaman sekarang, banyak remaja bisa membaca cepat, tetapi belum tentu benar. Padahal satu huruf salah bisa mengubah makna.
Contoh:
- “قلب” (qalb) = hati
- “كلب” (kalb) = anjing
Perbedaan satu huruf, maknanya sangat jauh.
Belajar tajwid berarti menjaga kemurnian wahyu. Ini termasuk dalam menjaga agama (hifzh ad-din), salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah).
Metode Praktis Belajar Tajwid ala Ulama Salaf**
Para salafus shalih (sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in) memiliki metode sederhana namun efektif.
1. Belajar Langsung dari Guru (Talaqqi)
Ilmu tajwid tidak cukup hanya dari buku atau video. Harus ada guru.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menjelaskan keutamaan majelis ilmu dan duduk bersama ahli Qur’an.
Imam Malik rahimahullah berkata:
“Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama.”
Praktisnya untuk Remaja:
- Ikut kelas tahsin di masjid
- Rekam bacaan lalu minta koreksi guru
- Jangan malu diperbaiki
2. Fokus pada Makharijul Huruf
Ulama salaf mengajarkan huruf satu per satu.
Contoh latihan:
- Huruf tenggorokan: ء ه ع ح غ خ
- Huruf lidah: ت د ط س ص ز ظ
Latih perlahan, jangan buru-buru ingin cepat khatam.
3. Membaca Sedikit Tapi Konsisten
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Janganlah kalian membaca Al-Qur’an seperti membaca syair.”
Artinya jangan terburu-buru.
Lebih baik:
- 1 halaman per hari dengan benar
daripada - 1 juz tapi banyak kesalahan.
4. Kisah Para Sahabat dan Tabi’in
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar belajar satu surat Al-Baqarah selama bertahun-tahun. Bukan karena sulit, tetapi karena ingin memahami dan membacanya dengan benar.
Imam Hasan Al-Bashri (tabi’in besar) menangis ketika membaca Al-Qur’an karena takut tidak membacanya dengan sempurna.
Ini menunjukkan bahwa tajwid bukan sekadar teknik, tetapi juga hati.
Tips Tajwid untuk Generasi Digital & Hikmahnya**
1. Gunakan Teknologi dengan Bijak
Remaja sekarang punya kelebihan:
- Aplikasi Qur’an dengan audio qari’
- Rekaman murattal
- Grup belajar online
Gunakan teknologi untuk memperbaiki bacaan, bukan hanya untuk hiburan.
2. Dengarkan Bacaan Qari’ yang Benar
Biasakan mendengar murattal yang jelas dan tartil, seperti bacaan para imam Masjidil Haram.
Meniru bacaan yang benar membantu memperbaiki makhraj secara alami.
3. Jadikan Tajwid sebagai Ibadah Hati
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ
Al-māhiru bil-qur’āni ma‘as-safarati al-kirām al-bararah
“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat.”
(HR. Bukhari no. 4937 dan Muslim no. 798 – Shahih)
Hadis ini terdapat dalam Shahih Muslim.
Bayangkan, anak muda yang belajar tajwid dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan derajat tinggi di sisi Allah.
4. Pesan untuk Anak dan Remaja
Belajar tajwid itu seperti belajar musik — butuh latihan. Tapi ini lebih mulia karena yang dibaca adalah kalam Allah.
Jangan minder jika belum lancar. Para sahabat pun belajar perlahan. Yang penting istiqamah.
Hikmah dan Maqashid Syariah
Belajar tajwid berarti:
- Menjaga agama (hifzh ad-din)
- Menjaga akal (hifzh al-‘aql)
- Menjaga generasi (hifzh an-nasl)
Karena generasi Qur’ani akan menjadi generasi yang berakhlak.
Ilmu tajwid bukan hanya aturan bacaan. Ia adalah bentuk cinta kepada Al-Qur’an.
Jika para sahabat rela duduk berjam-jam untuk memperbaiki satu huruf, maka kita pun layak meluangkan waktu di tengah kesibukan sekolah dan media sosial.
Mulailah hari ini:
- 10 menit tajwid
- 1 guru pembimbing
- 1 niat ikhlas
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari ahlul Qur’an.
REFERENSI
- Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 8, hlm. 246, tafsir QS Al-Muzzammil:4.
- Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Kitab Fadha’il Al-Qur’an, hadis no. 5027, Jilid 6, hlm. 192.
- Muslim bin Hajjaj, Shahih Muslim, Kitab Shalat al-Musafirin, hadis no. 798, Jilid 1, hlm. 549.
- An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, Bab Keutamaan Membaca Al-Qur’an, hlm. 517.
- Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, hadis no. 4001, Jilid 2, hlm. 73.

