RQ Maskudiniyah, Jakarta – Apa Itu Ramadhan dan Mengapa Disebut Bulan Berkah? Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dalam Islam. Para ulama salaf (generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in) menyebut Ramadhan sebagai syahrul barakah — bulan penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
Dalil Al-Qur’an
Surah Al-Baqarah ayat 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ
Syahru Ramadhānal-ladzī unzila fīhil-Qur’ān hudal-linnāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān
Artinya:
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Menurut tafsir Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan kemuliaan Ramadhan karena Allah memilih bulan ini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an.
Mengapa Disebut Bulan Berkah?
Kata barakah berarti kebaikan yang banyak dan terus bertambah.
Dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3, Allah berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakah
Artinya:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.”
(QS. Ad-Dukhan: 3)
Para ulama seperti Imam Mujahid menjelaskan bahwa malam yang diberkahi itu adalah Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Hadis Shahih tentang Keutamaan Ramadhan
Hadis Riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Idzā jā’a Ramadhān futiḥat abwābul-jannah wa ghulliqat abwābun-nār wa shuffidatisy-syayāṭīn
Artinya:
“Apabila Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim – Hadis Shahih)
Bayangkan, anak-anak dan remaja Muslim…
Ramadhan itu seperti “bulan diskon pahala besar-besaran”! Tapi bukan diskon biasa — ini kesempatan emas untuk memperbaiki diri.
Kisah Teladan: Nabi Muhammad ﷺ di Bulan Ramadhan
Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling semangat ibadah di bulan Ramadhan.
Dalam hadis riwayat Shahih Bukhari disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Kāna Rasūlullāh ﷺ ajwadan-nās wa kāna ajwadu mā yakūnu fī Ramadhān
Artinya:
“Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari – Shahih)
Beliau memperbanyak:
- Sedekah
- Membaca Al-Qur’an
- Qiyamul lail
- I’tikaf di 10 hari terakhir
Semangat Ramadhan Menurut Sahabat dan Tabi’in
Para Sahabat
Para sahabat Nabi seperti Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib sangat menjaga ibadah di bulan Ramadhan.
Diriwayatkan dalam Hilyatul Auliya bahwa para salaf berdoa 6 bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan 6 bulan setelahnya agar amal Ramadhan diterima.
Bayangkan…
Mereka merindukan Ramadhan seperti kita merindukan liburan panjang!
Kisah Nabi-Nabi yang Mengajarkan Kesabaran
Puasa melatih kesabaran, seperti sabarnya Nabi Ayyub ketika diuji sakit bertahun-tahun.
Allah memuji beliau dalam Al-Qur’an:
إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“Sesungguhnya Kami mendapatinya (Ayyub) sebagai seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba.”
(QS. Shad: 44)
Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi:
- Menahan amarah
- Menahan lisan dari berkata kasar
- Menahan jari dari mengetik komentar buruk di media sosial
Ini sangat relevan untuk remaja zaman sekarang.
Ramadhan dan Remaja Era Digital
Menurut prinsip maqashid syariah:
- Puasa menjaga agama
- Puasa menjaga jiwa
- Puasa menjaga akal
- Puasa menjaga harta
- Puasa menjaga keturunan
Di era digital:
- Gunakan Ramadhan untuk detox media sosial
- Perbanyak tilawah
- Ikut kajian online
- Hindari konten negatif
Lailatul Qadar: Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan
Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Artinya:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Seribu bulan = sekitar 83 tahun!
Para ulama seperti Imam Syafi’i menganjurkan memperbanyak doa, terutama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi – Hasan Shahih)
Kisah Tabi’ut Tabi’in
Ulama besar seperti Imam Malik ketika masuk Ramadhan meninggalkan majelis hadis dan fokus membaca Al-Qur’an.
Dalam Siyar A’lam an-Nubala disebutkan bahwa beliau berkata:
“Ini adalah bulan Al-Qur’an.”
Pesan untuk Anak dan Remaja
Ramadhan bukan hanya tentang:
- Sahur
- Buka puasa
- Takjil
Tetapi tentang:
- Membentuk karakter
- Melatih disiplin
- Menjadi pribadi yang lebih baik
Jika kamu bisa menjaga shalat, puasa, dan lisan di Ramadhan — insyaAllah kamu akan lebih kuat menghadapi masa depan.
REFERENSI
- Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1, hlm. 498–502.
- Tafsir Jalalain, hlm. 31–32.
- Shahih Bukhari, Kitab Shaum, Bab Fadl Ramadhan, no. 1899.
- Shahih Muslim, Kitab Shiyam, no. 1079.
- Riyadhus Shalihin, Bab Fadl Shaum, hlm. 412.
- Hilyatul Auliya, Jilid 2, hlm. 134.
- Siyar A’lam an-Nubala, Jilid 8, hlm. 92.
Mari menjadi generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an.

